Rekomendasi Investasi Saham Jangka Pendek dan Menguntungkan

divren.id – Halo Sobat! kali ini Saya akan menjelaskan tentang Rekomendasi Investasi Saham Jangka Pendek. Yuk disimak penjelasanya!

Pengertian Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang menyetorkan sejumlah dana tertentu untuk dikelola dalam waktu singkat (<1 sampai 2 tahun).

Manajer investasi biasanya mengalokasikan dana yang dikelolanya ke instrumen berisiko minimum seperti deposito, obligasi dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun, dll.

Tujuan Investasi Jangka Pendek

BACA JUGA :  Belajar Cara Mining Bitcoin dan pahami Cara kerja Mining

Instrumen jangka pendek cocok untuk mereka yang memiliki tujuan keuangan berikut:

  • Anda masih pemula dan baru ingin belajar berinvestasi.
  • Cocok untuk menyimpan sebagian tabungan dana darurat Anda.
  • Peningkatan dana perusahaan yang menganggur.
  • Memenuhi tujuan keuangan seperti liburan, mengganti ponsel, dll.
  • Sumber penghasilan pasif bulanan.

Rekomendasi Produk Investasi Jangka Pendek

1.Deposito

Produk pertama adalah deposito bank. Deposito adalah instrumen perbankan investasi dengan imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi daripada tabungan biasa.

Anda dapat menyimpan uang Anda di bank dan menariknya pada saat jatuh tempo, mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan. Namun, jika Anda menarik deposit Anda sebelum tanggal jatuh tempo, bank akan mengenakan denda sebesar 0,5-3% dari total deposit Anda.

2. Reksadana

Reksa dana adalah wadah yang berisi kumpulan dana investor yang dialokasikan manajer investasi untuk instrumen seperti deposito, obligasi, dan saham.

Produk ini telah dikelola langsung oleh para ahlinya, sehingga investor tidak perlu bingung atau risih mau berinvestasi dimana.

Ada beberapa jenis reksa dana yang harus Anda ketahui, antara lain (1) reksa dana pasar uang, (2) reksa dana pendapatan tetap, (3) reksa dana campuran, dan (4) reksa dana saham.

Bagi investor yang ingin melakukan investasi jangka pendek, reksa dana pasar uang adalah pilihan yang sangat cocok.

Reksa Dana Pasar Uang adalah reksa dana yang mengalokasikan 100% dana kelolaannya untuk produk pasar uang seperti deposito dan obligasi pemerintah dengan jangka waktu <1 tahun. Dibandingkan dengan jenis lain, produk ini memiliki risiko rendah dan pertumbuhan nilai yang stabil.

Selain itu, reksa dana juga bebas biaya pengelolaan dan pajak, sehingga lebih menguntungkan dibandingkan deposito dan tabungan biasa. Anda juga dapat menarik uang Anda kapan saja tanpa dikenakan denda atau penalti.

BACA JUGA :  Asuransi Pendidikan Anak Terbaik di Indonesia

3. Surat Berharga Negara (SBN)

SBN merupakan produk yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga negara untuk berkontribusi dalam pembiayaan pembangunan negara.

Umumnya, SBN ritel jatuh tempo 2-3 tahun. SBN bisa menjadi sumber passive income bulanan yang menawarkan keuntungan lebih menarik dibandingkan deposito.

Anda bisa berinvestasi di SBN mulai dari nilai nominal Rp. 1 juta seharga Rp. 2 miliar.

4.P2P Lending

P2P lending merupakan jenis investasi yang memberikan kemudahan bagi investor untuk memberikan pinjaman modal kepada UMKM Indonesia untuk mengembangkan usahanya.

Investor mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman yang telah ditentukan. Jangka waktu pinjaman P2P cukup beragam, mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan.

Semakin lama jangka waktu pinjaman, semakin tinggi bunga yang ditawarkan. Oleh karena itu, P2P Lending bisa menjadi pilihan yang menarik bagi Anda yang memiliki target waktu kurang dari 1 tahun.

 

5. Saham

Saham merupakan salah satu jenis investasi yang paling banyak diminati saat ini. Pada dasarnya, ekuitas termasuk instrumen dengan risiko tinggi, meskipun potensi imbal hasil yang akan kita peroleh juga tinggi.

Namun, bagi investor berpengalaman yang juga dikenal sebagai trader, saham bisa menjadi investasi jangka pendek dengan potensi imbal hasil yang besar. Di sisi lain, metode trading reversal tidak disarankan bagi mereka yang masih pemula, karena dibalik potensi profit yang tinggi juga terdapat potensi kerugian yang besar.

BACA JUGA :  Mengenal Cryptocurrency, Mata uang digital dengan masa depan cerah?!

6. Emas

Emas merupakan instrumen investasi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita. Sebagai aset berharga, emas diyakini sebagai tempat berlindung yang aman di saat krisis.

Logam mulia juga sangat likuid karena kita dapat memperdagangkannya kapan saja, di mana saja. Tak heran jika banyak orang mengalokasikan dana daruratnya dengan membeli emas, karena mudah dijual saat darurat.

7. Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka atau tabungan rencana adalah produk tabungan yang ditawarkan oleh bank untuk menyimpan dana berisiko rendah tanpa biaya administrasi untuk jangka waktu tertentu.

Tidak seperti tabungan biasa, tabungan berjangka mengharuskan klien yang berpartisipasi dalam program untuk menyetor sejumlah dana tertentu sesuai dengan kontrak untuk mencapai tujuan.Bunga tabungan berjangka juga lebih tinggi dari tabungan biasa. Tabungan berjangka cocok untuk mereka yang memiliki tujuan finansial, seperti dana untuk pendidikan anak usia dini, biaya haji, dll.

Keuntungan Investasi Jangka Pendek

1. Fleksibel

Beberapa instrumen jangka pendek bersifat likuid (mudah dilikuidasi). Contohnya adalah reksa dana dan emas. Anda dapat mengisinya kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kebutuhan Anda.

Di Plantduit, Anda dapat menarik reksa dana dan kepemilikan emas Anda hanya dengan mengklik tombol jual di aplikasi dan menunggu hasil penjualan masuk ke akun Anda sesuai dengan perkiraan waktu yang ditentukan.

2. Bisa kita Manfaatkan Sebagai Sumber Passive Income

Jika kamu menginvestasikan uang dalam jumlah besar pada produk jangka pendek seperti RDPU dan SBN, kamu juga bisa mengubahnya menjadi sumber passive income lho.

Khusus untuk produk RDPU, Anda akan mendapatkan passive income seiring dengan pertambahan nilainya dari waktu ke waktu. Sedangkan untuk produk SBN, passive income diperoleh dari kupon yang akan ditransfer ke rekening Anda setiap bulannya.

3. Manajemen Cashflow

Fleksibilitas produk jangka pendek dapat membantu kami dengan manajemen arus kas. Jadi sewaktu-waktu kita bisa menjual produk saat kita membutuhkan uang.

4. Pertumbuhan Nilai Stabil

Salah satu kunci investasi anti rugi jangka pendek adalah memilih produk dengan imbal hasil yang stabil. Dengan demikian, ketika target waktu tercapai, jumlah yang terkumpul akan sesuai dengan yang diharapkan.

5. Risiko yang Relatif Lebih Rendah

BACA JUGA :  Apply Kartu Kredit Tanpa Survey, Ini Caranya!

Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, risiko instrumen jangka pendek relatif lebih kecil dibandingkan dengan instrumen jangka panjang seperti reksa dana saham, properti, dan ekuitas. Karena itu, setiap kali Anda membutuhkan dana, jumlahnya tidak berubah.

6. Sarana Pembelajaran untuk Investor Pemula

Instrumen jangka pendek sangat cocok untuk pemula yang mulai berinvestasi, karena risikonya rendah. Jika Anda seorang pemula, Anda dapat terlebih dahulu mengidentifikasi profil risiko Anda sekaligus memperkaya pengetahuan Anda tentang produk investasi sehingga di masa depan Anda dapat memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Itulah tadi beberapa Rekomendasi Investasi Saham Jangka Pendek, Semoga artikel ini bermanfaat bagi Sobat!

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker